Polling

Bagaimana tanggapan Anda terhadap website BP2IP Tangerang?

  • Navigasi Sulit, lebih mudah yang dulu (0%, 0 Votes)
  • Cukup Baik, Karena ada perubahan 🙂 (100%, 0 Votes)

Total Voters: 0

Start Date: Januari 1, 2019 @ 1:46 am
End Date: No Expiry

Konten apa yang Anda butuhkan mengenai Akademik BP2IP?

  • Nilai Online (34%, 39 Votes)
  • Bimbingan Online (31%, 36 Votes)
  • E-Learning Masing-masing dosen (26%, 30 Votes)
  • KRS Online (9%, 11 Votes)

Total Voters: 116

Start Date: Maret 4, 2019 @ 1:44 am
End Date: No Expiry

Nautika

Nautika

VISI, MISI DAN TUJUAN PROGRAM STUDI NAUTIKA

Visi

Menjadi Program Studi Nautika yang unggul dalam rangka mewujudkan Sumber Daya Manusia Transportasi Laut yang Prima, Profesional, Beretika, memenuhi Standar Kompetensi Nasional dan Internasional.

Misi

  1.  Melaksanakan pendidikan studi nautika yang berbasis kompeteni memenuhi standar nasional dan internasional;
  2. Melaksanakan tata kelola kelembagaan yang Dinamis, Transparan dan Akuntabel;
  3. Memberdayakan dan mengembangkan sumber daya yang ada untuk menunjang tugas pokok dan fungsi kelembagaan secara efektif dan efisien
  4. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta kerja sama dengan lembaga pemerintah maupun swasta di kawasan regional dan internasional;
  5. Meningkatkan keunggulan kualitas kinerja organisasi yang mampu memberikan pelayanan berkualitas, kompetitif dan nilai tambah serta nilai guna.

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan studi Nautika yang memiliki integritas dan kepribadian yang tinggi serta mampu berkompetisi di tingkat regional, nasional dan internasional;
  2. Terwujudnya kualitas sistem manajemen mutu yang mampu mendorong pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara efektif dan efisien;
  3. Terbangunnya iklik akademik yang kondusif (academic interactional) untuk penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang tepat guna, 
  4. Terbangunnya kerjasama dan kemitraan  dan berbagai institusi untuk mendukung penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi;
  5. Meningkatkan keunggulan kualitas kinerja organisasi yang mampu memberikan pelayanan berkualitas, kompetitif dan nilai tambah serta nilai guna.

JENIS PROGRAM DIKLAT NAUTIKA

Diklat Pelaut Dasar Nautika(DP-D)

Membentuk lulusan minimal SLTP atau sederajat menjadi anak buah kapal niaga bagian dek dengan Sertifikasi ANT-D yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim lainnya dengan penghasilan yang menarik. Sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 1995 Code Section A – II/4 tingkat kompetensi ANT-D setelah memenuhi persyaratan berhak melaksanakan jaga laut dan jaga pelabuhan pada kapal-kapal niaga Ocean Going.

Diklat Pelaut Tingkat V Nautika(DP-V)

Membentuk lulusan ANT-D untuk menjadi anak buah kapal niaga bagian dek dengan ijazah kompetensi ANT-V yang sangat di butuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional dengan penghasilan yang menarik serta industri maritim lainnya. Sesuai dengan Regulation I/3 dan II/3 serta STCW Code Section A-II/3.3 dari STCW 1978 Amandemen 1995. Tingkat kompetensi ANT-V setelah memenuhi persyaratan berhak sebagai mualim dan nakhoda melaksanakan jaga laut dan jaga pelabuhan pada kapal-kapal niaga kurang dari GT 500.

Diklat Pelaut Tingkat IV Nautika(DP-IV)

Membentuk lulusan minimal SLTP atau sederajat menjadi anak buah kapal niaga bagian dek dengan ijazah kompetensi ANT-IV yang sangat di butuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim lainnya dengan penghasilan yang menarik. Sesuai dengan Regulation II/3.3 serta STCW code section A-II/3.3 dan II/3.5 dari STCW 1978 Amandemen 1995. Tingkat kompetensi ANT-IV setelah memenuhi persyaratan berhak sebagai mualim dan nakhoda melaksanakan jaga laut dan jaga pelabuhan pada kapal-kapal niaga dengan ukuran kurang dari GT 500.

Diklat Pelaut Tingkat III Nautika(DP-III)

Membentuk lulusan minimal SMA atau sederajat menjadi perwira pelayaran kapal niaga bagian deck dan calon mualim dengan Ijazah ANT-III yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan pelayaran nasional dan internasional serta industri maritim lainnya dengan penghasilan yang menarik. Sesuai dengan STCW 1978 amandemen 1995 Code section A – III/I dan A – III /2 bahwa ANT-III setelah memenuhi persyaratan berhak menjabat sebagai mualim jaga Ocean Going.

Permesinan Kapal

Permesinan Kapal

VISI, MISI DAN TUJUAN PROGRAM STUDI PERMESINAN KAPAL

VISI PROGRAM STUDI PERMESINAN KAPAL

Menjadikan program studi di bidang permesinan kapal pelayaran yang berkelas dunia dan terdepan di Indonesia.

MISI PROGRAM PERMESINAN KAPAL

  1.          Meningkatkan, mengembangkan kualitas pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ilmu pelayaran bidang permesinan kapal dalam rangka penguasaan kompetensi berbasis metodologi moderen dan teknologi informasi yang berkelas internasional.
  2.          Menumbuhkembangkan mutu penelitian ilmiah dan pengambdian kepada masyarakat di bidang permesinan kapal yang berguna untuk industri pelayaran.
  3.          Membangun peserta didik yang berperilaku industri untuk menciptakan sumber daya manusia di bidang permesinan kapal yang berintegritas, yang berwawasan kebangsaan, cinta tanah air, tanggap, tangguh, tanggon, dan trengginas.
  4.          Memiliki sarana dan prasarana serta fasilitas pendidikan permesianan kapal pelayaran yang terkini dan senantiasa mengikuti perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang industri pelayaran.
  5.          Mewujudkan sistem tata kelola pendidikan dan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

TUJUAN PROGRAM STUDI PERMESINAN KAPAL

  1. Meluluskan perwira pelayaran bidang Permesinan Kapal yang mempunyai kompetensi internasional.
  2. Menghasilkan karya ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi kemajuan industri pelayaran.
  3. Menghasilkan lulusan yang berkarakter industri, berintegritas dan cinta tanah air.
  4. Mengembangkan sarana, prasarana serta fasilitas pendidikan modern di bidang Permesinan Kapal dan senantiasa mengikuti perubahan kemajuan industri pelayaran.
  5. Tercapainya sistem pengaturan pendidikan dan pengaturan keuangan yang transparan dan akuntabel.
 
Konten Laboratorium

Konten Laboratorium

  • Laboratorium Survival Trainer

Laboratorium survival trainer disediakan untuk pelaksanaan praktek survival di laut. Berbagai jenis alat-alat survival melengkapi laboratorium ini seperti life raft, rigid raft dan lainnya.

  • Laboratorium Fire Fighting Trainer

Laboratorium fire fighting trainer menyediakan berbagai jenis peralatan pemadam kebakaran dan juga berbagai sistem proteksi kebakaran diantaranya CO2 fire extinguisher, fire detector, foam fire extinguisher dan lainnya

  • Laboratorium Seamanship

Laboratorium ini digunakan untuk pelatihan praktek yang mencakup praktek tali-temali, takal dasar, segel, wire, tangga pandu dan masih banyak peralatan lainnya lagi

  • Laboratorium Control and Automation

Laboratorium ini menyediakan beberapa sistem control di antaranya control pneumatic, hydraulic dan electronic. Selain itu laboratorium ini juga menyediakan faslitas praktek engine room console yang dapat digunakan untuk praktek pengoperasian mesin dalam olah gerak kapal.

  • Laboratorium Electric and Electronic

Laboratorium ini didesain sedemikian rupa untuk kegiatan pembelajaran praktek alat dan peralatan yang berkaitan dengan aplikasi elektronik dan elektrik

  • Engine Hall

Beberapa peralatan yang umumnya terdapat di atas kapal seperti boiler, generator, purifier dsb tersedia di laboratorium ini.

  • Workshop

Pembelajaran praktek mengelas, menggambar mesin, membubut dan sejenisnya dilaksanakan di laboratorium ini.

  • Cargo Handling Crane

Alat ini tersedia untuk tujuan pembelajaran penanganan muatan dan keahlian penggunan alat bongkar muat. Di laboratorium ini, dapat juga dilaksanakan pembelajaran praktek untuk peserta Diklat mesin dalam materi penanganan dan perawatan mesin crane.

  • Water pit

Untuk menunjang keperluan praktek survival di laut, sarana kolam ini disediakan dengan kedalaman 4 s/d 6 meter. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan peralatan sekoci tertutup, life raft dan papan loncat setinggi 6 meter.

  • Boat house and Jetty

Selain water pit, boat house juga digunakan untuk menunjang kegiatan survival at sea. 2 buah sekoci dayung dan 1 buah rescue boat tersedia di boat house dan selanjutnya melalui jetty sarana tersebut diluncurkan ke laut.

  • Laboratorium Menjangka Peta

Untuk tujuan mendalami keahlian penggunaan peta laut untuk keperluan pembelajaran navigasi, laboratorium ini didesain untuk tujuan tersebut.