WORLD OCEANS DAY 2021

WORLD OCEANS DAY 2021

Sustainaible Ocean LIVELIHOODS are critical to our survival.
Everyone has role to play in ecosystem and restoration. Each of us can make a difference.
Therefore, our role is essential to protect the marine environment. There are millions ecosystem life under water.
Plastic is one biggest problems for our oceans, threat the marine biodiversity. We have to take action! Together.
As one of Maritime Education Training in Indonesiaūüáģūüá©, under the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.
Banten Merchant Marine Polytechnic‚öď (P2B) continously and concern to improve the quality of education and protect the marine environment.
We encourage all of us do not throw plastic trash into the oceans.
Oceans is our future
Oceans is a part of our life
Let’s together with us to celebrate World Oceans Day with small action with big impact to our oceans.
Nothing is impossible ! We are agents of changes with global impact to the marine environmeent.
Jangan buang sampah plastik kelautan! Ayo kita lindungi lautan kita dan jutaan ekosistem didalamnya kita semua adalah agen perubahan bagi dunia.
GENERATION RESTORATION.
@unitednations
@imo_hq
@unworldoceansday
@oceanic.global
@sdgs_indonesia
@sdgaction
@politeknikpelayaranbanten
@kemenhub151
@theglobalgoals

Batas Kandungan Sulfur untuk lingkungan Laut

Batas Kandungan Sulfur untuk lingkungan Laut

Sobat SDGs P2B
IMO melalui pertemuan ke -72 Komite Perlindungan Lingkungan Laut (MEPC) yang digelar di London pada 9-13 April 2018, menetapkan batas atas kandungan sulfur dalam bunker sebesar 0.5 persen akan diberlakukan mulai 1 Januari 2020. Bunker adalah istilah bahan bakar dalam dunia pelayaran.
Kebijakan ini secara signifikan akan mengurangi jumlah sulfur oksida yang berasal dari emisi kapal. Memberi dampak positif yang besar bagi kesehatan dan lingkungan, khususnya bagi penduduk yang tinggal di dekat pelabuhan dan pantai.
setiap kapal harus memperoleh Sertifikat IAPP (International Air Pollution Prevention) yang diterbitkan oleh Negara Bendera. Sertifikat IAPP ini menyatakan bahwa sebuah kapal sudah menggunakan BBM yang berkadar sulfur maksimal 0.5 persen. Informasi kadar sulfur dibuktikan dari nota kualitas BBM yang diperoleh dari suplier BBM saat pengisian.
Pelabuhan dan negara pantai dapat menggunakan mekanisme Port State Control (PSC) untuk memverifikasi bahwa kapal sudah memenuhi IMO 0.5% Shulphur Cap tersebut atau tidak. Negara pelabuhan dan negara pantai juga bisa menerapkan strategi pengawasan tertentu untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa setiap kapal baik kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia wajib menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur senilai maksimal 0,5 % m/m, mulai 1 Januari 2020.
Hal tersebut diperkuat  dengan dikeluarkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. SE.35 Tahun 2019 tanggal 18 Oktober 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Bahan Bakar Low Sulphur dan Larangan Mengangkut atau Membawa Bahan Bakar yang tidak Memenuhi Persyaratan serta Pengelolaan Limbah Hasil Resirkulasi Gas Buang dari Kapal.
Adapun kewajiban menggunakan low sulphurtersebut menunjuk pada aturan International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL Convention) Annex VI Regulation 14, IMO Resolution Marine Environment Protection Committee (MEPC) 307(73) : 2018 Guidelines for the Discharge of Exhaust Gas Recirculation (EGR) Bleed-Off Water. Langkah IMO ini juga sebagai tindakan konkrit dalam mensukseskan program SDGs khususnya dalam pencegahan pencemaran lingkungan laut dari polusi udara.

Kepedulian Lingkungan Taruna

Kepedulian Lingkungan Taruna

Sebagai bentuk peduli dalam pelestarian lingkungan, banyak cara bisa dilakukan misalnya saja melalui penanaman pohon. Sebuah pengalaman menyenangkan pastinya ketika bisa turut berkontribusi nyata melalui kegiatan positif yang berorientasi pada pemberdayaan lingkungan.
Salah satu bentuk kepedulian adalah dengan ikut serta dalam penanaman tanaman bakau atau yang sering disebut juga mangrove. Iya, beradaan ekosiste mangrove terbilang cukup penting khususnya bagi kawasan pesisir, baik sebagai benteng pertahanan terhadap resiko bencana maupun sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan industri pariwisata.
Tanaman bakau berfungsi utama sebagai pencegah abrasi dan erosi (pengikisan tanah) di kawasan pantai. Ekosistem mamgrove juga menjadi tempat hidup biota laut dan satwa-satwa disekitar area itu.
Keberadaan ekosistem mangrove  memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan disamping itu peran lainnya seperti mencegah Erosi Pantai.Erosi pantai akan terus menggerus permukaan bumi sehingga mengancam lingkungan manusia. Erosi adalah terkikisnya lahan atau permukaan tanah yang disebabkan oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan terkikisnya permukaan tanah yang disebabkan oleh hempasan ombak laut. Salah satu cara mencegah terjadinya erosi dan abrasi dibutuhkan sesuatu yang kuat untuk menghindari pengerusan saat ombak besar terjadi.
Oleh sebab itu, penanaman Mangrove kian di berdayakan sebab pohon Mangrove diyakini mempunyai sistem perakaran yang sangat kuat sehingga  mampu meredam energi gelombang laut yang terjadi. Mencegah Pemanasan Global
Pemanasan global memang menjadi ancaman yang sangat serius untuk alam dan manusia. Salah satu cara untuk mencegah atau mengurangi dampak pemanasan global adalah dengan mengembangkan kawasan ekosistem mangrove yang berkelanjutan.
Jauh sebelum pandemic Covid terjadi Taruna-Taruni P2B aktif dalam penanaman mangrove dan melakukan pembersihan pantai. Nilai-Nilai tersebut sesuai dengan Goals SDGs no 13 (Perubahan Iklim dan Goal 14 )kehidupan lautan) meskipun pada saat itu SDGs Center belum didirikan di P2B namun Filosopi nilai nilai SGGs sudah melekat di lembaga ini.
Bersama kita bisa !

Lets keep Clean Our Ocean

Lets keep Clean Our Ocean

“Lets keep Clean Our Ocean”
Sobat SDGs P2B sebelum pandemic Covid 19 terjadi diseluruh dunia.
Politeknik Pelayaran Banten (P2B) telah banyak melakukan kegiatan kegiatan yang berkaitan kelestarian lingkungan laut dari bahaya pencemaran sampah maupun plastik dari aktifitas manusia.
Kegiatan tersebut seperti pembersihan pantai sepanjang garis pantai P2B dan mengedukasi dan melibatkan warga setempat untuk kegiatan pembersihan pantai.
Meskipun SDGs Center pada saat itu belum berdiri dan masyarakat sekitar belum mengetahui Program SDGs namun nilai nilai yang terkandung dalam kegiatan tersebut telah menjadi bagian nyata dalam mensukseskan program PBB di Indonesia melalui SDGs.
SDGs goal 14 Life below water atau kehidupan laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pada Insitusi Politeknik Pelayaran Banten sebagai perguruan tinggi kedinasan dibawah kementrian perhubungan yang fokus dalam bidang pendidikan maritim memang secara regular melakukan kegiatan kegiatan dalam perlindungan ekosistem lautan dan hal ini sesuai dengan The International Convention Prenvention of Pollution (Marpol) melalui beberapa Annex nya terkait dengan pencegahan pencemaran plastik dan sampah yang telah diratifikasi oleh anggota-anggota IMO (The International Maritime Organization). Meskipun tantangan – tantangan selalu ada namun semangat seluruh civitas akademika dan masyarakat
merupakan kontribusi nyata P2B dalam pelestarian keanekaragaman hayati lautan membuat hambatan hambatan tersebut menjadi penyemangat demi terciptanya lingkungan laut yang sehat.
Plastik tidak dapat terurai dan keberadaannya mengancam keberlangsungan eksistensi biota lautan.
Kita semua mempunyai tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan keberadaan lingkungan laut kita.
Kalau bukan kita siapa lagi.
Kita adalah agen perubahan untuk dunia.
Mari kita wijudkan lautan bersih bebas plastik dan sampah.
STOP membuang sampah dan plastik kelautan.
Mari kita mulai dari sendiri untuk lautan yang lebih baik.
Sustainable Environment for a Sustainable Planet. Mari kita sukskan SDGs di Politeknik Pelayaran Banten dari bumi karang serang untuk dunia.

Foto Penanganan kebersihan lingkungan laut
Kegiatan Dukungan SGDs

Kegiatan Dukungan SGDs

            Sebagai bentuk dukungan dan kontribusi Politeknik Pelayaran Banten (P2B) dalam berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan (SDGs) maka tim dari P2B SDGs Center melakukan kunjungan ke Sekretariat SDGs Nasional. Tim pusat penelitian dan Pengembangan P2B yang terdiri dari Bapak Putra Ade Mardani, M.Sc, Aji Ludro M.MTr, Antaris Fahrisani M.Si dan Ibu Susi Madgalena M.Si disambut hangat oleh Perwakilan dari Sekretariat SDGsN Bapak Fadlan.

            Dalam kesempatan tersebut dibahas upaya-upaya P2Bbappenas sebagai Perwakilan SDGs ini merupakan hal baru di Politeknik Pelayaran Banten tetapi nilai-nilai SDGs sejatinya sudah lama melekat dalam kegiatan-kegiatan di Institusi seperti penanaman mangrove, membersihkan pantai (SDGs no 14 kehidupan Ekosistem Lautan), penanaman pohon-pohon dilingkungan kampus (Goal 13 Perubahan Iklim), adanya kesempatan bagi para pelaut wanita untuk sejajar mendapatkan kesempatan menjadi pelaut seperti pelaut pria (Goal 5 kesetaraan Gender), serta adanya peningkatan kualitas mutu kependidikan kepelautan (Goal no 4) dampak positif dari kualitas pendidikan secara langsung dapat membantu kesuksesan (Goal no 1 dalam mengurangi angka kemiskinan) lulusan pelaut di P2B dibekali kemampuan dan keahlian dan mampu bersaing di kancah Nasional maupun Internasional dengan point tersebut para lulusan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupmya dengan masa depan yang baik.

            Jika nanti sudah resmi berdiri dan disahkan oleh SK dari kementrian PPN/Bappenas maka P2B SDGs Center di lembaga Perguruan Tinggi Kedinasaan. Ayo sobat P2B kita dukung dan wujudkan berdirinya SDGs Center di Politeknik Pelayaran Banten (P2B).

perumahan di surabaya perumahan di mojokerto motion graphics surabaya guest post gratis supermarket bangunan sablon gelas plastik kegerator